Rabu, 14 Maret 2012

Status Quo Bias


Tipe ini biasanya disebut si peluncur, yaitu orang yang merasa puas dengan kondisi keuangannya dan memang kondisi keuangannya relatif baik. Singkat kata bahwa orang bertipe ini mengidap kekeliruan yang disebut status quo bias, dimana tidak mau mengambil tindakan apa-apa karena telah merasa berkecukupan. Alhasil seringkali melewatkan peluang dan seperti yang diketahui bahwa peluang kadang-kadang tidak terulang kembali. Terkait dengan pengelolaan keuangan, tipe ini memang memiliki kecukupan uang, hanya saja dirinya tak mau untuk mengoptimalkannya sehingga semakin besar pula kepemilikan aset.
Tipe ini memang relatif lebih baik dari aspek keuangan dibandingkan 3 tipe terdahulu yaitu si pejuang, si burung unta dan si penjudi. Namun apabila ditelusuri bahwa tipe ini seringkali senang untuk berpangku tangan karena merasa sudah memiliki kecukupan uang, dan tanpa disadari bahwa apabila terjadi peristiwa yang tak diharapkan di masa mendatang dan melebihi dari jumlah aset keuangan yang dimiliki maka akan menyusahkan dirinya. Nalarnya adalah saat ini orang bertipe si peluncur memiliki asuransi yang baik, tabungan yang baik namun apabila ada peristiwa yang melebihi dari semua itu maka dirinya akan kesulitan.
Lanjut bahwa tipe ini juga memiliki kekurangan yaitu cepat puas diri yang berakibat pada perilaku cuek pada keadaan keuangannya dan menyangkan kondisi seperti ini akan terus berlanjut. Menimbang bahwa peluang terjadi yang diharapkan dan yang tidak diharapkan adalah sama besar sehingga perlu adanya akumulasi aset secara berkesinambungan. Dan untuk mendoro agar si peluncur mau merubah rasa puas dirinya adalah dengan meyakinkan dirinya tentang betapa besar manfaat apabila mau berinvestasi jangka panjang. Dalam arti kata bahwa keuntungan yang diperoleh akan melebihi kondisi keuangannya saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar