Senin, 12 Maret 2012

Benih Padi


Kalau anda melihat seorang petani yang begitu rajinnya dan tanpa kenal lelah berusaha menjaga tanaman padinya hingga siap dipanen, sebenarnya menurut penulis menyimpan hukum alam yang dahsyat. Maksudnya adalah proses padi yang dilepaskan kulitnya dan menjadi sekam tidak terjadi seperti membalikan telapak tangan melainkan butuh ketekunan dan usaha yang sungguh-sungguh. Spesifiknya yaitu maksud penulis bahwa kisah tentang menanam padi dapat dianalogikan seperti bagaimana seseorang menanam benih pikiran positif dalam benaknya sehingga seiring berjalannya waktu benih itu terus bertumbuh dan bertumbuh hingga menjadi padi yang akan diolah lebih lanjut dan menjadi beras yang anda konsumsikan setiap harinya.
Hanya saja orang malas atau pun menganggap remeh tentang hukum alam tersebut karena malas menunggu waktu atau pun malas berusaha menjaga benihnya tersebut hingga membuahkan hasil. pertanyaan yang menantang adalah mengapa ada orang yang berhasil menjaga benihnya dan ada yang tidak? Jawaban atas pertanyaan tersebut sebenarnya sederhana tapi aplikasinya butuh komitmen kuat. Jawabannya adalah karena orang lebih suka sesuatu yang bersifat instan atau malas melalui proses untuk mendapatkan hasil. Kemalasan untuk melihat atau menjalani proses hingga sampai pada tujuan mengakibatkan perilaku lebih baik berbuat suka-suka gue aja dan berefek lanjutan pada tendensi mengalami kegagalan mengenal dirinya atau bahkan mungkin gagal untuk memikul salibnya. Oleh karena itu, untuk mereduksinya dibutuhkan kesadran diri, ketekunan dan komitmen kuat untuk benar-benar menikmati setiap langkah hingga memanen hasil.
Pelajaran lainnya dari benih padi ini adalah bagaimana keterkaitannya dengan belajar dari metamorphosis kupu-kupu, dimana sebelum menjadi kupu-kupu yang indah perlu melewati berbagai tahapan proses. Dengan kata lain yaitu pesan moralnya benih padi dan belajar dari metamorphosis kupu-kupu memiliki kesamaan. Tepatnya adalah bagaimana mengikis mentalitas instan atau tidak menghargai proses hingga mendapatkan hasil. Dengan demikian, selamat menjalani menanam benih padi (pikiran positif) dan kesediaan untuk menjaganya hingga memperoleh hasil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar