Rabu, 25 Januari 2012

Motivasi Berprestasi, Literasi Keuangan Dan Mengelola Pengeluaran Rumah Tangga Yang Tepat

Abstraksi
Motivasi berprestasi tidak hanya mempengaruhi kinerja, melainkan juga berpengaruh pada upaya untuk meningkatkan literasi keuangan. Hasil pembedahan menunjukkan bahwa rumah tangga yang berliterasi keuangan akan lebih mungkin mengelola pengeluaran dengan tepat. Hanya saja untuk melakukannya secara berkesinambungan, rumah tangga membutuhkan motivasi berprestasi. Selain itu, pada bagian akhir paper ini diberikan beberapa solusi yang dapat digunakan rumah tangga meningkatkan motivasi berprestasi yang akan meningkatkan literasi keuangan dan akhirnya mampu mengelola pengeluaran dengan bijak atau tepat.
Kata kunci : motivasi berprestasi, literasi keuangan, pengeluaran rumah tangga

Minggu, 22 Januari 2012

Pensiun Yang Sejahtera

Abstraksi
Siapa pun akan mengalami waktu tidak produktif lagi atau secara usia harus berhenti dari pekerjaan. Hasil pemebdahan menunjukkan kecenderungan bahwa kondisi inilah yang seringkali diabaikan oleh individu sehingga berpeluang mengalami masa pensiun yang tidak bahagia. Namun, hal itu dapat dikurangi dengan meningkatkan literasi keuangan sehingga merubah paradigma terkait bagaimana mempersiapkan rencana strategis untuk menyambut pensiun yang bahagia dan juga bagaimana bersikap ketika telah pensiun. Pada bagian paper ini diberikan beberapa solusi untuk meningkatkan literasi keuangan guna mewujudkan pensiun yang bahagia atau sejahtera.
Kata kunci : pensiun, literasi keuangan

Jumat, 20 Januari 2012

Overconfidence Dan Self Attribution Bias Ketika Mengelola Keuangan Pribadi

Abstraksi
Ketika mengelola keuangan, individu/rumah tangga berpeluang mengalami bias dan meningkatkan peluang mengalami kesulitan keuangan seperti gaya hidup boros, tabungan yang rendah serta ketersediaan uang pensiun yang rendah atau bahkan tidak memiliki keamanan pensiun. Dalam paper ini membedahnya menggunakan keuangan berbasis perilaku. Tepatnya menggunakan dua jenis bias yaitu overconfidence dan self attribution bias. Hasil dari membedah menggunakan dua jenis bias ini yaitu mengalami bias ini akan meningkatkan tendensi mengalami akumulasi liabilitas dan bukan akumulasi aset. Atau dengan kata lain, mengalami overconfidence dan self attribution bias akan meningkatkan peluang kepemilikan aset konsumtif dan berdampak buruk pada kesejahteraan keuangan.
Kata kunci : keuangan berbasis perilaku, overconfidence, self attribution bias

Selasa, 17 Januari 2012

Manajemen Keuangan Sekolah (Psychology Perspective)

Abstraksi
Perilaku kepala sekolah atau pun tim pembuat anggaran sekolah dalam pengelolaan keuangan sekolah yang dimulai dari kegiatan penyusunan anggaran, realisasi anggaran dan pertanggung jawaban penggunaan anggaran ada kemungkinan menyimpang dari prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang benar atau bertindak tidak rasional. Atau dengan kata lain, pembuat keputusan keuangan sekolah dapat mengalami bias-bias atau terjebak dalam pernagkap-perangkap psikologi ketika membuat keputusan keuangan, dan hal ini akan mengarahkan pada penyimpangan dari keefektifan dan efisiensi mengelola keuangan sekolah.
Kata kunci : manajemen keuangan, manajemen keuangan sekolah, overconfidence, representativeness bias, availability bias

Kamis, 12 Januari 2012

Etos Kerja Dan Manajemen Keuangan Pribadi

Abstraksi
Pemahaman etos kerja yang baik dan benar akan menjadi kekuatan untuk ketepatan mengelola keuangan pribadi/rumah tangga. Dan, hal inilah yang menjadi fokus dari paper ini. Karena delapan nilai etos kerja unggulan akan mengarahkan perilaku yang dijiwai kesadaran untuk memiliki visi dan misi keuangan serta rencana keuangan yang tepat. Lanjut, pemahaman etos kerja juga akan mendorong perilaku evaluasi setelah melakukan rencana keuangan, sehingga dapat membenahi kesalahan-kesalahan atau pun melanjutkan apa yang sudah dicapai ketika mengelola keuangan pribadi/rumah tangga. Pada bagian akhir paper ini, diberikan beberapa langkah konkrit untuk meningkatkan etos kerja dan berdampak pada menajemen keuangan yang lebih baik.
Kata kunci : etos kerja, manajemen keuangan pribadi, delapan nilai etos kerja

Senin, 09 Januari 2012

Korelasi Pendidikan Karakter Terhadap Manajemen Keuangan Pribadi

Abstraksi
Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan karakter merupakan upaya konkrit untuk menciptakan perilaku manusia yang mengenal dirinya, bagaimana keterkaitan dirinya dengan orang lain, serta bagaimana memberi arti hidup yang penuh kearifan dan kebijaksanaan. Terkait manfaat-manfaat itulah, dalam paper ini mendeskripsikan bagaimana pendidikan berbasis karakter berakibat pada pengelolaan keuangan pribadi yang tepat sasaran. Selanjutnya, pada akhir paper ini diberikan beberapa solusi yang dapat digunakan untuk sukses mengelola keuangan pribadi yang berbasiskan nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan karakter.
Kata kunci : pendidkan karakter, manajemen keuangan pribadi, nilai-nilai hidup

Minggu, 08 Januari 2012

Literasi Keuangan Dan Korupsi

Abstraksi
Tujuan paper ini yaitu mendeskripsikan salah satu penyebab terjadinya korupsi serta bagaimana langkah-langkah konkrit untuk mencegahnya. Salah satu penyebab terjadinya korupsi yang merajajela yaitu rendanya literasi keuangan pada pemangku jabatan. Oleh karena itu perlu meningkatkan literasi keuangan yang memadai pada para pejabat secara konsisten. Pada bagian paper ini juga dideskrisikan langkah-langkah konkrit untuk meningkatkan literasi keuangan sehingga mampu mereduksi korupsi atau pun niat untuk melakukan korupsi.
Kata kunci : literasi keuangan, korupsi

Jumat, 06 Januari 2012

Diagnosis Perkelahian Antara Pelajar (Self Control Perspective)

Abstraksi
Perkelahian antara pelajar merupakan fenomena yang biasa, hanya saja jangan mengartikannya sebagai sesuatu yang biasa saja, karena berdampak buruk bagi pelajar dalam perkembangan psikologisnya saat ini dan di masa mendatang. Salah satu faktor yang dapat mereduksi perilaku perkelahian antara remaja adalah kontrol diri, yang diartikan sebagai kemampuan mengendalikan kognitif, emosi, impuls dan kinerja. Dan semua itu membutuhkan peran orang tua sebagai faktor kunci meningkatkan kontrol diri. Pada bagian paper ini diberikan beberapa solusi yang dapat digunakan orang tua untuk meningkatkan kontrol diri pelajar sehingga perkelahian antara pelajar dapat direduksi atau mungkin dapat dihilangkan.
Kata kunci : perkelahian antara pelajar, kontrol diri, kognitif, emosi, impuls, kinerja 

Kamis, 05 Januari 2012

Manajemen Keuangan Pribadi (Personality perspective)

Abstraksi
Pengelolaan keuangan individu/rumah tangga memang mutlak perlu diperhatikan, hanya saja perlu juga mendasarinya dengan kesadran akan aspek kepribadian. Mengapa aspek kepribadian menjadi bagian yang tidak dapat diabaikan dalam pengelolaan keuangan. Karena dengan menyadari dan memahami tipe kepribadian, individu/rumah tangga akan lebih mudah untuk mengaplikasikan pengelolaan keuangan yang tepat. Dan hal ini apabila disinergiskan dengan pengetahuan (personal finance) akan menjadi suatu kekuatan untuk mencapai kemandirian keuangan. Dengan kata lain, untuk benar-benar mampu mengaplikasikan menajemen keuangan pribadi/rumah tangga, seseorang perlu jujur pada dirinya sendiri terkait  termasuk kategori tipe kepribadian yang mana.
Kata kunci : manajemen keuangan pribadi, tabungan, berbelanja, tipe kepribadian

Senin, 02 Januari 2012

Mengajari Literasi Keuangan Pada Anak (Experimental Learning Model Perspective)

Abstraksi
Literasi keuangan merupakan keahlian yang dibutuhkan untuk mencapai kesejahteraan keuangan, dan hal ini tidak saja merupakan monopoli individu dewasa melainkan perlu juga diajarkan pada anak. Dalam proses pengajaran itu, peran orang tua menjadi hal yang vital menimbang pendidikan yang terutama adalah prses pendidikan dalam keluarga. Oleh karena itu, orang tua perlu sadar bahwa perannya merupakan salah satu penentu kesuksesan anak di masa mendatang, dimana dalam konteks keuangan yaitu menjadi pribadi yang mandiri dalam keuangan. Pada bagian akhir paper ini juga dipaparkan beberapa solusi yang dapat digunakan orang tua untuk mengajarkan literasi keuangan secara konsisten.
Kata kunci : literasi keuangan, anak, experimental learning model