Senin, 12 Maret 2012

Belajar Dalam Totalitas Kehidupan


Tak ada kata terlambat untuk belajar. Dalam pengertian belajar merupakan aktivitas yang tak kenal usia, dan hal inilah yang membedakan manusia dari makluk lainnya. Maksudnya adalah bagaimana kita menjadikan totalitas kehidupan kita untuk mau belajar dan terus-menerus belajar demi pemenuhan tanggung jawab sebagai manusia. Hanya saja pada kenyataannya orang dapat saja tergelincir ke dalam kemalasan belajar dan menjadikannya dirinya ikur arus dalam kehidupan kita tanpa berusaha mempertahankan prinsip hidup.
 Dan bukan itu saja, kadang-kadang orang juga senang belajar hanya saja dirinya belum memahami bagaimana cara belajar yang menjadikan dirinya menikmati aktivitas belajar. Dalam tulisan ini, penulis akan memfokuskan pada bagaimana belajar yang dapat menimbulkan kenikmatan sehingga orang tersebut dapat terus menerus belajar dan tanpa paksaan. Menurut sepengetahuan penulis bahwa belajar itu adalah suatu aktivitas untuk memperoleh hikmat sehingga membutuhkan kesadaran diri atau tanpa paksaan untuk mau belajar.
Ditujukan untuk memperjelas, ketika seseorang hendak belajar, dirinya sebaiknya mampu menemukan tempat atau posisi yang benar-benar dapat merangsangnya untuk berkonsetrasi belajar. Dan hal ini sangat subjektif sekali karena tidak semua orang akan sama. Namun yang terpenting adalah bagaimana orang tersebut dapat mengamati dirinya dan lingkungannya, terkhususnya lingkungan alam untuk mensyukuri dan terus menerus mensyukuri atas keindahan alam. Mengapa, karena keindahan alam dapat masuk dalam pikiran alam bawah sadar untuk menstimulasi untuk bertanya dan bertanyalah inilah yang akan menjadi energi pendorong untuk mulai menelusuri literature-literarur guna memuaskan rasa penasaran tentang sesuatu.
Cara lain yang dapat diambil yaitu membuka relasi dengan orang-orang yang suka belajar sehingga dapat tertulari viris belajar, atau bila perlu ikut berkecimpung dalam suatu habitat yang merangsang untuk belajar. Dan yang terpenting, menurut penulis adalah bagaimana orang tersebut berani memaksa dirinya sendiri untuk mau membaca. Mengapa harus berani memaksa, jawabannya adalah untuk membangun suatu kebiasaan unggul seperti kebiasaan belajar diperlukan daya ungkit (leverage) yang kuat dan salah satu menifestasinya memaksa diri untuk belajar.
Lanjut bahwa memang pada awalnya biasanya ada penolakan yang keras dalam diri namun jangan mau menyerah atau ikut kemauan diri untuk malas belajar melainkan tetap berusaha atau memaksa diri untuk mau berdisiplin belajar. Teknik sebelumnya ini perlu juga didorong dengan teknik afirmatif diri yaitu teknik untuk menggunakan kata-kata positif dan diulang terus-menerus hingga menetes ke dalam pikiran bawah sadar. Dan sebagai contoh bahwa kata-kata mengafirmatif diri yang dapat digunakan adalah seperti saya sangat senang belajar atau mungkin juga saya sangat menikmati ketika belajar dan hal ini akan saya lakukan seumur hidup. Dan pada akhirnya, selamat menulis legenda anda dalam belajar sepanjang hidup anda, atau dnegan kata lain selamat berjuang untuk senantiasa belajar dalam totalitas kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar