Kamis, 08 Maret 2012

Kisah Cinta Carlo DeSantos DeAraujo Pereira Monciono Extravaganza DeJesus


Pernahkah  mendengar bahwa nona ambon itu hitam manis, dan bila tersenyum seperti panah yang dilepaskan Arjuna dan menembus dada Rahwana hingga Rahwana pun harus mengakui kehebatan Arjuna. Atau seperti panah yang dilepaskan Aprodite sang dewi cinta yunani yang menembus dada Zeus hingga Zeus sang raja dewa pun takluk. Hal yang sama juga pada nona ambon yang bukan saja hitam manis melainkan juga memiliki karakter yang terpuji. Dimana, dalam tindakannya mengindikasikan kasih sayang sebagai landasan pacu tingkah laku. Apalagi ditambah dengan goyangan ketika sedang berdansa. Kombinasi belanda dan Portugal semakin meningkatkan adrenalin untuk mengagumi tanpa ragu. Apabila di di deskripsikan dalam puisi akan seperti,,,,,

Wangian Cinta

Ketika matahari tenggelam, aku teringatmu
Segala hati dan pikiran terpusat padamu
Serasa matahari berhenti bersinar
Arah mata angin pun menjadi terbalik

Bagaikan kembang-kembang surgawi yang berguguran dan menghiasi dunia ketika diriku melihat dirimu
Serasa perputaran bumi berhenti
Dan semua bunga-bungaan seraya megeluarkan aroma wangi yang begitu dasyatnya

Tapi semua itu tak ada artinya bagiku
Karena hatiku hanya memujamu wahai bidadariku
Tak gentar walau harus menyebrangi seluruh samudra untuk menemukanmu
Tak gentar menghadapi maut sekalipun untuk mendapatkan hatimu

Hahaii, kira-kira seperti itulah deskripsi dari nona ambon, karena nona ambon memang unik laksana putri bidadari yang sedang numpang mandi di bumi ini. Hal ini ditambah lagi dengan sifatnya yang memang suka terbuka dan menyanyangi sesama. Yah kira-kira seperti itulah yang diungkapkan DeSantos yang bernama Carlo DeSantos DeAraujo Pereira Monciono Extravaganza DeJesus (bukan nama sebenarnya), untuk nama panggilannya adalah DeSantos. Hal inilah yang membuat DeSantos begitu jatuh hati pada nona ambon itu yang bernama Anggun (bukan nama sebenarnya). Dan bukan itu saja, ternyata DeSantos juga sudah memperkokoh hatinya untuk akan membahagiakan Anggun. Dan kisahnya pun berlanjut, dimana DeSantos harus menghadapi tantangan yang cukup berat yaitu dirinya harus berangkat kuliah sehingga akan berpisah cukup lama dengan Anggun.
Tak dapat menahan rasanya itu, DeSantos memberanikan diri untuk berbicara dengan Anggun. Dalam percakapannya itu, Anggun dengan dewasanya mengucapkan kamu harus memfokuskan pada studimu karena itu akan menentukan masa depanmu. Mendengar ucapan Anggun, DeSantos tak kuasa lagi menahan rasa kasih sayangnya dan dengan rasa takut kehilangannya pun berkata sebenarnya aku pasti akan fokus pada studiku namun apakah kamu akan setia menungguku karena pasti akan balik ketika liburan semester.
Mendengar hal itu, Anggun berkata, kamu tidak usah memikirkan kesetiaanku karena aku pasti akan setia menunggumu di kupang. Lagian aku ini baru pindah ke kupang jadi peluang kecil apabila aku mau selingkuh tipis-tipis alias STT. Luar biasa, kata DeSantos dengan wajah yang begitu riang sambil memeluk Anggun dan mereka berdua pun meneruskan pembicaraan tapi hanya bercanda karena yang serius telah lewat. Ketika masa ngobrol telah selesai dan sudah waktunya nagi DeSantos untuk pamit pulang, Anggun mengeluarkan sebuah kartu yang bertuliskan aku sayang kamu dan akan selalu mencintai kamu selamanya (love everlasting).
Lalu pulanglah DeSantos dan besok harinya harus berangkat ke salatiga untuk melanjutkan studinya pada jenjang S2. Tepat jam 5 pagi, saat DeSantos telah tiba di bandara Eltari Kupang, Anggun juga mengantarnya dan ciuman perpisahan pun terjadi lalu masuklah DeSantos ke ruang tunggu dan Anggun pun pulang ke rumahnya yang kalau tidak salah seingat penulis berada di Oebelo Kabupaten Kupang-NTT. Dan kisah pun untuk sementara berhenti sampai disini karena DeSantos telah berada di dalam pesawat menuju Surabaya dan perjalannya pun dilanjutkan ke Salatiga JATENG.
Untuk menghemat waktu membacanya, maka penulis melompati ceritanya hingga ketika temannya pulang liburan. Kurang lebih 6 bulan di Salatiga, tiba waktunya pulang liburan selama kurang lebih 3 minggu. Sesampainya DeSantos di bandara Kupang, dirinya telah ditunggu oleh Anggun plus keluarga DeSantos yang memang menunggu kedatangannya. Setelah mengambil barang di bagasi maka DeSantos langsung berpelukan dengan Anggun dan untuk melepas rindu, maka dalam perjalanan dari badara Elatari Kupang menuju rumah, mereka berdua menggunakan satu kendaraan sambil mengobrol dan bercumbu rayu.
Sesampainya di rumah, DeSantos mengeluarkan sebuah bungkusan dan diberikannya pada Anggun. Wah terimakasih banyak sambil mencium kening DeSantos. Malam pun tiba, dan mereka berdua jalan bersama sambil menikmati pemandangan malam kota kupang yang indah nan menggigit. Hal itu dilakukannya DeSantos selama masa liburannya di Kupang. Tak terasa sudah waktunya bagi DeSantos untuk balik lagi ke Salatiga. Dan seperti keberangkatannya dulu, Anggun turut mengantarnya ke bandara Eltari Kupang.
Semasa kepergian DeSantos ke salatiga untuk melanjutkan studinya setelah pulang liburan. Tibalah ujian cinta kedua bagi DeSantos karena Anggun disuruh balik ke Ambon oleh orang tuanya untuk bekerja sebagai pegawai bank BNI di kota Ambon. Di saat itu pula, DeSantos sedang menghadapi ujian akhir semester yang akan dilanjutkan untuk seminar proposal penelitian. Mendengar kabar itu, DeSantos pusing tak terbayangkan karena harus kehilangan cewek yang disayanginya dan dihirmati, tapi DeSantos tidak mau menyerah dan menelpon Anggun untuk bertanya yang sebenarnya, apakah kabarku itu benar ataukah tidak sekaligus meminta Anggun untuk mencari solusinya agar mereka jangan sampai bubar setelah menjalin asmara yang cukup lama.
Kembali lagi Anggun berkata dengan dewasanya dan penuh ketenangan bahwa jangan takut atau pun khawatir karena aku pasti balik dan terus menjaga cintamu. Mengapa kamu harus mempercayai saya karena aku juga mencintai kamu dengan setulus hati dan sampai kapanpun aku akan terus menyayangi, mengasihi dan mencintai kamu. Mendengar ucapan Anggun tersebut maka DeSantos seperti mendapatkan energi lagi untuk bersemangat lebih cepat menyelesaikan kuliahnya. Ucap DeSantos dalam hatinya bahwa sungguh si nona mabon ini memang merupakan titipan Tuhan yang terindah bagi dirinya dan dia sangat mengucapkan terimakasih pada sang Kuasa karena telah memberikan kekasih yang begitu pengertian, penyayang dan begitu setia.
Karena meluap-luap rasa cinta DeSantos pada Anggun dan ditambah lagi rasa saling percaya maka DeSantos pun merestui kepergian Anggun untuk bekerja di ambon. Namun dalam perjalanan kisah ini, DeSantos dan Anggun tetap berkomunikasi dengan penuh rasa saling menghargai dan saling mempercayai. Tepat setelah kepergian Anggun 7 bulan maka nona ambon itu seperti tidak kerasan tinggal di ambon dan memutuskan keluar dari tempat dia bekerja dan balik kupang lagi. Di saat itu pula, DeSantos sedang berada di Kupang karena sedang melakukan penelitian tesisnya.
Namun peristiwa itu terjadi mendadak sehingga DeSantos merasa tidak percaya bahwa kekasih hatinya telah kembali. Begitu bahagianya DeSantos sampai-sampai dirinya tidak mau menunggu lama untuk segera bertunangan dengan Anggun. Ketika orang tuanya DeSantos dan orang tuanya Anggun bertemu untuk membicarakan rencana pertunagan. Kembali lagi, DeSantos mendapatkan ujian lagi, karena dirinya di tawari kerja di luar kota kupang tepatnya di Atambua. Dan orang tuanya Anggun tidak menyukai hal ini, karena mereka tidak mau anak perempuannya ikut pindah ke Atambua.
Menghadapi tantangan ini, DeSantos berpegang teguh pada prinsipnya bahwa dirinya dan Anggun pasti mampu menghadapinya. Dan karena belum ada kesepakatan antara orang tuanya DeSantos dan Anggun maka rencana pertunagan pun batal. Waktu pun berlalu, dan DeSantos pun selesai kuliah S2 dan pada saat acara wisuda, Anggun pun menemaninya beserta orang tuanya DeSantos. Setelah mengikuti acara wisuda, malam harinya DeSantos, Anggun dan orang tuanya DeSantos makan malam bersama bersama rekan-rekan kuliah lainnya sebagai ucapan syukur dan menurut penuturan DeSantos kepada penulis bahwa acaranya sangat meriah dan begitu mendalam rasanya karena setelah pesta syukuran tersebut maka DeSantos harus berpisah dengan teman-teman seperjuangan ketika kuliah S2.
Cerita pun berlanjut, DeSantos, Anggun dan orang tuanya DeSantos balik ke ke kupang. Dalam beberapa hari setelah kembalinya mereka semua dari Salatiga, tiba saatnya bagi DeSantos untuk memutuskan apakah harus pergi kerja di Atambua ataukah tidak? Di satu sisi, orang tuanya Anggun masih berkeras hati untuk tidak akan menyetujui hubungan Anggun dengan DeSantos. Dalam perenungan itu, DeSantos akhirnya membuat keputusan final bahwa dirinya tidak mau ke Atambua untuk bekerja, melainkan akan bekerja di Kupang karena menurut DeSantos bahwa dirinya saat ini telah selesai kuliah dan bermodalkan ijasah S2-nya pastilah dirinya dapat diterima bekerja di Kupang.
Dengan keputusannya itu, akhirnya DeSantos dan nona ambon pun bertunangan. Setelah bertunagan, tak lama kemudian DeSantos diterima bekerja di salah satu bank, tepatnya bank NTT. Dengan diterimanya DeSantos bekerja maka hal ini pun meningkatkan kepercayaan diri DeSantos untuk segera menikahi Anggun lebih awal dari waktu yang ditentukan oleh kedua belah pihak. Dan hal itu pun tidak mengalami tantangan melainkan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Dalam arti kata, akhirnya DeSantos dan Anggun pun menikah dan hingga tulisan ini dibuat, mereka telah dikarunia anak laki-laki yang berusia 8 bulan. Dan menurut pengamatan penulis hingga saat ini bahwa mereka hidup berbahagia dan masih tetap setia dan saling pengertian. Dengan demikian, sampai di sinilah kisahnya dan pesan moral yang dapat penulis petik dari kisah ini adalah bagaimana kesetiaan, saling pengertian dan kedewasaan  merupakan beberapa faktor kunci atau mungkin dapat dikatakan sebagai faktor yang dominan untuk menganyam jalinan cinta yang berhasil. Akhir kata, semoga saja dengan kisah ini akan memberi air segar untuk direnungi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar