Rabu, 11 April 2012

Tanggung Jawab Keuangan


Siapa yang bertanggung jawab atas dirimu? Jawabannya dapat bervariasi, mungkin saja bisa orang tuamu, saudara-saudaramu, teman-temanmu, ataukah guru-gurumu. Semua itu adalah benar karena apa pun jawabannya merupakan gambaran dari keyakinanmu. Namun apabila dibedah dan dikritisi akan ditemukan bahwa dirimulah yang bertanggung jawab atas kehidupanmu, dan hal ini juga meliputi keuanganmu. Maksudnya adalah totalitas keuanganmu merupakan tanggung jawabmu sehingga kewajiban untuk akumulasi aset keuangan menjadi bagian yang tak terpisahkan.
Didorong oleh alasan sebelumnya, dapat di ketahui bahwa setiap manusia memiliki tanggung jawab untuk mengelola keuangannya sehingga tidak mengalami kesulitan keuangan.  Pertanyaan lanjutannya adalah bagaimana konkritnya dari bertanggung jawab terhadap keuanganmu? Jawabannya menurut penulis adalah dengan disiplin meningkatkan akumulasi aset keuangan dan bukan liabilitas keuangan. mengapa disiplin, karena orang yang berdisiplin pastilah telah melakukan refleksi diri yang mendalam dan juga telah benar-benar sadar tentang arti mengelola keuangan yang tepat.
Selain itu, menerima tanggung jawab untuk mengelola keuangan dengan tepat juga mendeskripsikan kemauan diri untuk mau mengembangkan diri dengan tepat. Maksudnya adalah orang yang mau mengembangkan dirinya sudah pasti orang yang tidak suka melemparkan tanggung jawab pada orang lain. Menimbang bahwa menjadi penanggung jawab atas diri maka dirinyalah yang menentukan  apa yang akan dilakukan dan apa yang tidak akan dilakukan. Dan itulah esensi dari menjadi manusia pembelajar yang tidak akan pernah puas untuk mau mengembangkan dirinya menjadi manusia seutuh-utuhnya dan salah satu manifestasinya adalah kesediaan untuk mau menerima tanggung jawab keuangan seutuhnya.
Terkait cara konkrit bahwa anda telah menerima tanggung jawab atas keuangan anda. Janganlah dipikirkan sebagai sesuatu yang rumit melainkan suatu tantangan yang menarik. Menimbang bahwa cara yang dapat ditempuh juga sangatlah sederhana yaitu aturlah penerimaan anda dengan bijak sehingga tidak mengalami defisit keuangan. dalam pengertian bahwa anda harus mengelola penerimaan anda untuk dialokasikan pada pos-pos yang memang anda butuhkan. Selain itu juga, disiplinlah menghindari utang, apalagi utang untuk membiayai konsumsi atau pun untuk pembelian barang-barang yang tidak bernilai tambah.
Lanjut bahwa tidak boros melainkan hemat perlu juga disinergiskan dengan investasi sehingga arus kas menjadi lebih cepat dan lebih meningkatkan keyakinan diri anda untuk lebih baik dalam mengelola keuangan. Bermodalkan keyakinan itulah, anda akan semakin menjadi lebih baik dan kebebasan keuangan pun akan menajdi lebih berpeluang terwujudkan. Dengan demikian, merujuk pada kesuluruhan ulasan sebelumnya, dapat ditarik benang merah bahwa tidak satu orang pun yang dapat menggantikan posisi anda sebagai penanggung jawab keuangan anda. Atau dengan kata lain, andalah yang harus memikul tanggung jawab keuangan anda hingga akhir hidup anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar