Rabu, 11 April 2012

Menembus Batas Abstrak


Segala tindakan dimulau dari kerangka berpikir yang tepat. Dalam pengertian bahwa awalilah dari akal untuk mampu berindak dengan tepat. Lanjut bahwa permulaan dari akal akan membentuk suatu pemahaman tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Sampai di sini tampak bahwa aras empiris hanya dapat ditembus apabila telah memiliki kerangka yang tepat, dan hal inilah yang sering diabaikan sehingga perilaku bias  pun menjadi tak terelakkan. Dalam tulisan singkat ini, akan lebih difokuskan pada alasan filosofi dari penggunaan akal sebagai landasan bertindak dan tidak pada petunjuk-petunjuk teknis.
Ditujukan untuk mempertajam, menembus aras empiris hanya dapat dilakukan apabila orang telah terlebih dahulu membentuk aturan main dalam pikirannya sehingga mendapatkan kesesuaian dengan ungkapan bahwa berpikirlah dahulu sebelum bertindak. Dan hal ini akan menjadi suatu tantangan menarik karena akan menuntut usaha sadar mengembangkan apa yang harus dilakukan. Bermodalkan kesadaran untuk berpikir dahulu sebelum bertindak, orang akan menjauhkan diri dari kesombongan diri bahwa dirinya telah tahu segala hal, atau dalam bahasa kerennya biasa disebut overconfidence.
Salah satu manifestasi nyata dari kemampuan menembus aras empiris yaitu kemampuan menghindari diri dari merasa pintar atau sok pintar. Karena orang yang merasa pintar akan cenderung berpikir dirinya mampu namun tidak mau berusaha sekuat tenaga sehingga semua itu hanyalah angan-angan dan tidak menjadi suatu bukti. Lanjut bahwa bermodalkan kesadaran diri ini akan benar-benar menjadikan pribadi yang unik karena tidak sekedar ikut-ikutan bertindak namun tidak dilandasi perencanaan yang matang. Logika sederhananya adalah untuk dapat bertindak dengan cepat perlu berpikir dahulu tentang akibat-akibat yang akan muncul sehingga tidak serta membeo saja. Oleh karena itu, tujuan final dari tulisan ini telah terjawab bahwa menembus batas abstrak hanya dapat dilakukan apabila telah berpikir nalar terlebih dahulu dengan sungguh-sungguh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar