Belajar
merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban manusia pada sang Kuasa karena telah
diberikan kesempatan untuk menjalani hidup. Selain itu, melalui belajarlah maka
orang dapat membenahi paradigma sehingga perilakunya pun dapat menjadi suatu
hal yang masuk akal dan dapat dipertanggung jawabkan dengan baik. Salah satu manifestasi
dari belajar adalah membaca. Dan membedah membaca tak akan terlepas dari yang
namanya perpustakaan. Dalam tulisan ini, perpustakaan tidak diartikan sebagai
perpustakaan seperti perpustakaan negara atau pun universitas melainkan tentang
perpustakaan pribadi (personal library).
Mengapa perlu
perpustakaan pribadi, karena ketika anda membaca maka anda pasti akan tidak
merasa puas kalau hanya membaca satu buku saja. Dalam artian bahwa setelah
membaca satu buku maka anda akan ketagihan untuk membaca buku lainnya sehingga
apabila anda memiliki kecukupan uang maka anda perlu membeli buku demi buku.
Seiring berjalannya waktu maka biasanya tak terasa bahwa anda sudah memiliki
banyak buku sehingga pelru penyusunan yang lebih baik guna memudahkan anda
dalam memilih dan mencari buku yang ingin anda baca.
Nah dalam hal
itulah, fungsi perpustakaan pribadi menjadi suatu hal yang tak terelakkan
karena orang yang disiplin membaca, menulis dan meneliti biasanya memiliki
perpustakaan pribadi sehingga apa pun input literatur yang dibutuhkan akan
teratur atau tertata dengan baik. Penulis mengambil contoh bahwa saat ini
penulis memiliki buku sejumlah kurang lebih delapan ratusan buku dan hampir
seribu lebih jurnal yang tertata dengan baik dalam perpustakaan pribadi.
Ditambah lagi dengan berbagai electronik
book sejumlah kurang lebih 2000-an buku.
Walaupun
memiliki sejumlah buku dan jurnal yang cukup banyak tapi penulis tidak pernah
kesulitan untuk mengakases buku-buku serta jurnal-jurnal yang penulis butuhkan
untuk aktivitas penulis. Karena sekali lagi bahwa semua buku dan jurnal
tersebut sangat tertata dengan baik dalam kamar penulis yang merupakan suatu
perpustakaan pribadi. Sampai di sini, maksud penulis bukan untuk
mempublikasikan seberapa banyak buku dan jurnal yang penulis punyai melainkan
bagaimana penulis bermaksud untuk memberi contoh fakta dari kehidupan penulis
sendiri. Dan lebih spesifiknya yaitu bagaimana memberikan fakta dari kemanfaatan
memiliki perpustakaan pribadi.
Tambahan bahwa
memiliki perpustakaan pribadi akan sangat membantu dalam memberikan rangsangan
untuk membaca. Logika atas pernyataan tersebut adalah berpijak pada ilmu
neurosains bahwa tanpa anda sadari ketika ada input masuk melalui mata anda dan
hal itu terjadi berulang-ulang kali maka akan membentuk sirkuit otak untuk
membaca sehingga eksistensi perpustakaan pribadi akan sangat membantu untuk
merangsang mengambil buku dan penuh perhatian untuk membaca satu demi satu.
Alhasil anda pun akan semakin memperkokoh kebiasaan membaca dalam setiap
sendi-sendi kehidupan yang anda jalani. Selamat direnungi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar