Jumat, 16 September 2011

Sejarah, Konteks, Tujuan dan Fungsi IMF

International Monetary Fund's Managing Directo...Image via Wikipedia
Sejarah dunia memiliki keunikan karena diwarnai dengan berbagai peristiwa yang membuat perubahan-perubahan dalam perilaku agen-agen ekonomi dan salah satu peristiwa tersebut adalah PD II yang memporak-porandakan perekonomian dunia terkususnya di bagian eropa sehingga memicu pemimpin-pemimpin negara untuk memikirkan solusi yang tepat dalam membangun perekonomian yang telah hancur akibat perang tersebut, tepatnya pada bulan desember 1944 di bretton wods-New Hampshire. Pertemuan tersebut bertujuan membentuk kerja sama ekonomi sehingga mmapu mengangkat perekonomian, yang mana kondisi awal saat terbentuknya IMF adalah kuatnya proteksi perekonomian masing-masing negara sehingga menghambat bertumbuhnya ekonomi (ekspor) dan berimbas pada harga-harga produk yang meningkat, pengangguran yang terus meningkat dan minimnya investasi. Lebih lanjut bahwa guna mencegah keterpurukan ekonomi maka sejumlah negara mengambil langkah dengan berbagai peraturan untuk melarang warga negaranya meminjam uang dari pihak luar sehingga tidak menambah pengurangan cadangan devisa negara.
Terbentuknya IMF dengan beragotakan 29 negara awal yang sepakat menandatangani untuk membuka hambatan perdagangan internasional, tidak membatasi pertukaran valas dan stabilitas nilai tukar sehingga akan terbentuk perbaikan ekonomi. Dengan penandatanganan kesepakatan tersebut maka IMF resmi didirikan dengan memiliki tujuan spesifik dan jelas yaitu membantu negara-negara anggotanya dalam memperbaiki dan menjaga kesimbangan neraca perdagangan (perdagangan internasional) dan kestabilan nilai tukar sehingga akan bermanfaat dalam memperbaiki kinerja ekonomi.
Terlepas dari sejarah terbentuknya IMF dan konteksnya, IMF yang merupakan institusi keuangan internasional memiliki standar operasionalisasi dan independen, dimana institusi ini dapat diibaratkan sebagai lembaga koperasi simpan pinjam (credit union) karena mewajibkan setiap anggotanya untuk membayar sejumlah dana sebagai iuran yang akan digunakan sebagai dana untuk membantu negara-negara anggotanya apabila terjadi kesulitaan dalam neraca pembayaran. Keputusan untuk menentukan iuran yang harus dibayar negara-negara aggotanya akan disesuaikan dengan kondisi cadangan devisa anggota-anggotanya, yang mana jumlah iuran yang harus dibayar sebesar 25% dari ketentuan iuran yang disepakati dalam bentuk cadangan devisa atau SDR (special drawing right) sedangkan dalam kondisi-kondisi tertentu maka IMF dapat meminta negara anggotanya untuk membayar penuh iuran tersebut.
Ketentuan untuk membayar iuran bagi setiap negara anggotanya berguna untuk menjalankan fungsinya demi mencapai tujuan yaitu menjaga kestabilan neraca pembayaran dan stabilitas nilai tukar. Adapun kedua tujuan tersebut memiliki implikasi dalam mendorong perekonomian negara-negara untuk secara berkelanjutan bertumbuh ekonominya dan hal ini terbukti dari membaiknya kondisi perekonomian negara-negara eropa terkususnya eropa barat dalam mendongkrak perekonomiannya. Seiring dengan berjalannya waktu maka keberadaan IMF semakin mewarnai perekonomian dengan semakin banyaknya negara yang menajadi anggotanya tepatnya 184 negara sehingga dapat dikatakan bahwa dengan terbentuknya IMF maka akan semakin memperkokoh globalisasi dan dampaknya terasa hingga sekarang. Dampak kehadiran IMF yang termanifestasi dalam berbagai kebijakan-kebijakan seputar kebijakan makro ekonomi seperti liberasasi perdagangan, system nilai tukar mengambang, kebijakan fiskal yang yang berimbang, kebijakan moneter berdasarkan pasar dan dorongan meningkatkan ekspor guna memperkuat cadangan devisa suatu negara.
Seperti yang dipaparkan sebelumnya bahwa IMF memiliki dua tujuan yaitu menjaga keseimbangan neraca perdagangan dan menjaga stabilitas nilai tukar merupakan dua tujuan yang mencerminkan liberalisasi perdagangan dan memperkuat globalisasi dengan berbagai implikasinya. Adapun beberapa implikasi dari dua tujuan IMF tersebut adalah semakin terbukanya perdagangan antara negara yang diharapkan memiliki dampak positif karena keberadaan suatu negara akan memiliki pilihan yang lebih luas dalam memperdagangkan hasil produk dan jasanya atau dengan kata lain yaitu memiliki pilihan ekspor-impor yang lebih luas sehingga diharapkan akan memperkuat cadangan devisanya. Lebih lanjut bahwa keterbukaan pasar akan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi karena akan semakin banyaknya investasi langsung maupun tidak langsung yang akan mendorong mobilitas sumber daya semakin efisien, namun kebijakan ini memiliki persyaratan yaitu dibutuhkannya transparansi dan pemerintah yang demokratis dalam mempersiapkan iklim investasi yang baik seperti penerapan prinsip-prinsip GCG dan penegakkan hukum yang baik.
Tujuan kedua yaitu stabilitas nilai tukar yang diharapakan bermanfaat menjaga keseimbangan perdagangan internasional sehingga tidak memiliki distorsi harga dalam implementasi ekspor dan impor. Hal ini didasari bahwa apabila terjadi goncangan pada nilai tukar yang menyebabkan terdepresiasi mata uang negara tertentu (soft currency) dan berakibat pada naiknya biaya impor sehingga akan berakibat pada ketidakseimbangan neraca pembayaran dan sebaliknya. Lebih lanjut bahwa dengan ketidakseimbangan neraca pembayaran akan mempengaruhi cadangan devisa suatu negara dalam membiayai permintaan mata utang untuk transaksi bisnis. Sebagai contohnya yaitu pada saat krisis moneter dimana negara-negara asia terkususnya asia tenggara yang mengalami kesulitan cadangan devisa maka IMF dapat membantu dengan memberikan bantuan financial dan berbagai bantuan teknis lainnya sehingga secara perlahan-lahan terjadi perbaikan pada kinerja ekonomi.
Lebih lanjut bahwa IMF juga memiliki tiga fungsi yang berperan dalam pencapaian dua tujuannya. Adapun fungsi yang pertama yaitu pemantauan, yang diartikan sebagai tanggung jawab mengawasi system keuangan internasional dan mengawasi kepatuhan setiap negara anggota dalam memenuhi kewajibannya untuk mengimplementasi kebijakan-kebijakan yang kondusif bagi pertumbuhan yang terpadu seperti stabilitas harga, membantu memajukan pengaturan pertukaran yang stabil dan menghindari manipulasi nilai tukar, serta memberikan data perekonomiannya kepada IMF sehingga dapat  memantau kondisi ekonomi dan keuangan di seluruh dunia serta memeriksa apakah kebijakan di negara anggota terbukti benar menurut sudut pandang internasional maupun nasional. Selain itu juga IMF memiliki kewengan dalam memperingatkan negara anggota untuk mewaspadai bahaya yang mengintai, dengan demikian pemerintah dapat mengambil tindakan pencegahan. Untuk fungsi kedua yaitu peminjaman, yang diartikan sebagai institusi yang  memberikan pinjaman kepada negara- negara yang mengalami kesulitan dengan neraca pembayarannya. Tujuan utama peminjaman bagi negara-negara berpendapatan rendah adalah demi pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan. Sedangkan fungsi ketiga yaitu bantuan teknis dan pelatihan. Fungsi ketiga ini membuat IMF membantu negara-negara anggotanya dalam memberikan saran untuk mengembangkan institusi pembuat kebijakan dan instrument kebijakan ekonomi yang kuat.
Enhanced by Zemanta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar